ANTARA MITOS DAN
FAKTA !!!
PERUBAHAN KURIKULUM
2006 (KTSP) MENJADI KURIKULUM 2013
Apakah mitos
atau bukan trend perubahan kurikulum seringkali terjadi pada saat akan terjadi
pergantian Mentri pendidikan di Indonesia tercinta ini, di era awal milenium
ini saja telah terjadi dua kali perubahan kurikulum yaitu kurikulum suplemen
1999 menjadi kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004, kemudian dirubah lagi
menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006) dan saat ini
diakhir tahun 20012 pihak Kementrian pendidikan dan Kebudayaan bersiap merilis
perubahan kurikulum yang entah apa namanya yang sering kali disebut dengan
Kurikulum 2013.
Kurikulum
adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar
mengajar. Di lihat dari definisi ini kita dapat menyimpulkan begitu pentingnya
suatu kurikulum didalam keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan. Akan tetapi
kita tidak dapat menampikkan bahwa peran kurikulum tidak dapat berdiri sendiri
tanpa keterkaitan dari faktor lainnya yang juga begitu penting yang kadangkala
sering kita lupakan, faktor tersebut adalah; guru, peserta didik, masyarakat,
dunia usaha dan pemerintah. Yang menjadi
pertanyaan adalah apakah kajian akademik (kalau memang sudah dilakukan oleh
Kemendikbud) yang menyimpulkan bahwa Kurikulum 2006 (KTSP) memang mempunyai
“sesuatu hal” dan akhirnya menyarankan untuk melakukan perubahan total KTSP
menjadi kurikulum 2013 ? Tiba-tiba dan ketergesaan yang dapat di tangkap di
dalam perubahan kurikulum 2013 menjadi banyak pertanyaan di dunia pendidikan
saat ini sehingga mitos ganti mentri ganti kurikulum bukan lagi menjadi mitos
tetapi telah menjadi fakta ! sehingga faktor penting guru sebagai gugus
terdepan dalam pencapaian tujuan pendidikan seringkali terabaikan, guru sebagai
motor penggerak kurikulum seringkali tidak dilibatkan, didengarkan,
diberdayakan. Apakah karena guru “hanya” sebagai pelaksana kurikulum sehingga
guru cukup melaksanakan saja (titik), kalau masih bingung nanti diberi
pelatihan seminggu ???
Ketergesaan
dan kerancuan dan membingungkan dalam perumusan kurikulum 2013 ini tampak
dengan begitu banyaknya guru menjerit, gemas, galau dan bingung dalam menyikapi
calon kurikulum baru ini, banyak juga rekan guru yang telah antipati atas arah
kebijakan yang dilakukan kementrian terkait dengan tidak ambil peduli, diam dan
pasrah. Sikap guru yang antipati ini umumnya didasari dengan pengalaman mereka
yang berulang kali mengalami perubahan kurikulum tetapi tidak jelas arah
perubahan-perubahan itu dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa ini
menurut benak mereka.
Perubahan
kurikulum merupakan sesuatu yang wajar dan mutlak dilakukan, perubahan bisa
dalam bentuk revisi atau perubahan total. Permasalahannya adalah apakah
perubahan kurikulum tersebut telah dilakukan kajian secara akademik secara
matang dilihat dari aspek ekonomi, sosial, budaya, dan tantangan kedepan
generai muda dalam persaingan global ? dalam uji publik kurikulum 2013 ini
tergambarkan banyak keluhan dan permasalahan yang timbul seperti:
- Kebingungan guru mata pelajaran yang dihilangkan dalam muatan kurikulum 2013 yang tidak diantisipasi dan disosialisikan dari awal oleh tim perumus kurikulum 2013 sehingga terkesan apakah hal ini tidak terpikirkan sebelumnya yang akhirnya mencerminkan kurang matangnya perumusan kurikulum 2013 akibat ketergesa-gesaannya.
- Penghilangan mata pelajaran apakah memang patut dihilangkan atau cukup dengan merevisi isi kurikulum. Penghilangan mata pelajaran seperti TIK apakah telah dilakukan kajian secara mendalam, jika sudah pertanyaannya kenapa di Kurikulum berbasis kompetensi TIK dimunculkan ???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar